Dr. Heru Susanto, M.Sc, M.M., S.Komp

Psikologi S1

Riwayat Pendidikan: PhD - Tunghai University Taiwan and University of Brunei - M.Sc King Saud University
Areas of Interest: Problematic Internet Use, Information and Cyber Security, Business Process Reengineering, Problematic Internet Use, Big Data
Matakuliah yang diampu: TITC 102

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala atas segala rahmat dan karunia-Nya, yang telah memberikan kita kesempatan untuk menuntut dan mengajarkan ilmu, khususnya di bidang yang sangat strategis di era ini: Teknologi Informasi.

Sebagai bagian dari civitas akademika di International Open University (IOU), saya percaya bahwa ilmu Teknologi Informasi (TI) bukan hanya tentang perangkat keras, kode, atau sistem digital. Lebih dari itu, TI adalah sarana membangun peradaban — menghubungkan manusia, menyebarkan ilmu, dan mempercepat solusi untuk berbagai tantangan umat.

Namun, dalam dunia yang semakin terdigitalisasi, pemahaman psikologis menjadi tak kalah penting. Teknologi yang hebat tanpa pemahaman tentang manusia bisa kehilangan arah. Maka, keterpaduan antara TI dan ilmu psikologi menjadi kunci. Teknologi harus mampu menyentuh jiwa, bukan hanya memenuhi fungsi. Harus memahami penggunanya, bukan sekadar mengontrolnya.

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hasyr ayat 18:

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-Hasyr: 18)

Ayat ini mengajarkan kepada kita pentingnya perencanaan, evaluasi, dan kesadaran terhadap dampak dari setiap tindakan — prinsip yang sangat relevan dalam pengembangan sistem dan inovasi digital. Dalam konteks Teknologi Informasi, kita diingatkan untuk tidak hanya menciptakan teknologi yang “berfungsi”, tetapi juga bermakna dan bertanggung jawab.

Menjadi Bagian dari Solusi
Di sinilah ekosistem digital berbasis nilai Islam menjadi kekuatan utama kita. IOU hadir bukan sekadar untuk mencetak teknokrat, tetapi untuk membentuk mujahid ilmu yang membawa teknologi sebagai bagian dari dakwah, solusi sosial, dan ladang kebermanfaatan.

Mahasiswa Teknologi Informasi harus kita bentuk sebagai insan yang tidak hanya cerdas dalam logika, tetapi juga halus dalam rasa — mampu membaca data sekaligus memahami manusia, mampu merancang sistem sekaligus menjaga nilai.

Melalui platform daring seperti IOU, kita membuktikan bahwa teknologi bukanlah penghalang untuk pendidikan berkualitas. Justru sebaliknya, teknologi menjadi jembatan ilmu dan amal, alat dakwah, serta sarana memperluas pengaruh kebaikan ke seluruh penjuru dunia.

WhatsApp us