Dillo Augustdi Putra, S.Psi., M.Psi., Psikolog

Psikologi S1

Riwayat Pendidikan: S1 : Universitas Diponegoro, Fakultas Psikologi, Jurusan Psikologi. S2 : Universitas Muhammadiyah Surakarta, Fakultas Psikologi, Magister Psikologi Profesi, Peminatan Psikologi Klinis
Areas of Interest: Psikologi Islam, Psikologi Komunikasi, Psikologi Sosial, Psikologi Klinis
Matakuliah yang diampu: Psikologi Komunikasi Manusia

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Segala puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, yang telah memberikan kita kesempatan untuk terus belajar dan mengajar, untuk menebar ilmu dan nilai, serta untuk berkontribusi dalam membangun peradaban yang lebih baik.

Sebagai pengampu mata kuliah Psikologi Komunikasi Manusia di International Open University, saya meyakini bahwa komunikasi bukan sekadar pertukaran kata, melainkan jembatan antara jiwa dan jiwa. Melalui komunikasi, kita memahami, menyembuhkan, menyatukan, dan juga membentuk arah perubahan dalam diri maupun masyarakat.

Di era digital dan globalisasi seperti sekarang, kemampuan berkomunikasi secara empatik dan berkesadaran menjadi semakin penting. Mahasiswa bukan hanya dituntut untuk menguasai konsep, tetapi juga untuk membangun karakter sebagai komunikator yang jujur, bijak, dan mampu menyampaikan pesan dengan akhlak yang mulia. Inilah nilai inti yang ingin kami tanamkan melalui pendekatan Psikologi yang berpijak pada nilai-nilai Islam.

Mata kuliah ini bukan sekadar teori, tetapi sebuah ruang latihan kehidupan. Kita belajar bagaimana memahami makna di balik pesan, mengenali bias persepsi, menangani konflik komunikasi, hingga menghidupkan komunikasi sebagai sarana dakwah dan perbaikan sosial.

International Open University hadir sebagai institusi pembelajaran daring yang menjembatani keterbatasan geografis dengan semangat kolaborasi global. Kita membuktikan bahwa belajar jarak jauh tetap bisa menjadi sarana menanamkan nilai, membangun pemahaman lintas budaya, dan melahirkan kontribusi nyata bagi umat.

Untuk itu, saya mengajak seluruh mahasiswa dan rekan pengajar untuk menjadikan proses pembelajaran ini sebagai bagian dari ibadah dan kontribusi keilmuan. Kita bukan hanya sedang mengembangkan kompetensi, tetapi sedang membentuk masa depan umat—melalui ilmu, akhlak, dan komunikasi yang beradab.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa membimbing langkah kita dalam menapaki jalan ilmu, menjaga keikhlasan niat, dan menjadikan ilmu ini sebagai amal yang terus mengalir manfaatnya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

WhatsApp us