International Open University

> Artikel

Menjawab Tantangan Dunia Psikologis di Era Global: Belajar Ilmu Psikologi dan Pengaplikasian dalam Rumah Tangga serta Pekerjaan

Di era global yang penuh dinamika, tantangan psikologis semakin kompleks. Peran orang tua, pendidik, dan praktisi pendidikan tidak lagi sekadar mengajar atau mendampingi, tetapi juga memahami kondisi mental, emosi, dan karakter individu secara lebih mendalam. Inilah yang mendorong banyak orang untuk mempelajari ilmu psikologi, termasuk Qurrota Ayun Chusna, mahasiswi Program Studi Psikologi International Open University (IOU) angkatan Fall 2024.

Perempuan yang akrab disapa Chusna ini berdomisili di Depok dan menjalani berbagai peran sekaligus: sebagai ibu rumah tangga, guru Al-Qur’an, kepala pengembangan program di sebuah yayasan pendidikan Qur’an dengan enam cabang, praktisi pendidikan anak usia dini, hingga mentor ROHIS di SMK. Di tengah kesibukan tersebut, Chusna tetap berkomitmen menempuh pendidikan tinggi di bidang psikologi.

Dari Rasa Ingin Tahu hingga Mantap Memilih Psikologi IOU

Ketertarikan Chusna terhadap IOU berawal dari rasa ingin tahu setelah melihat beberapa tokoh inspiratif yang ia ikuti di media sosial tengah menempuh studi di kampus ini. Dari sana, ia mulai mencari informasi lebih lanjut hingga akhirnya tertarik dengan Program Studi Psikologi Islam yang ditawarkan IOU.

Menurutnya, sebagai seseorang yang berkecimpung di dunia pendidikan, mempelajari psikologi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Kurikulum yang mengintegrasikan psikologi dengan nilai-nilai Islam menjadi daya tarik tersendiri. “Setelah membaca mata kuliah yang dipelajari, saya membayangkan betapa bermanfaatnya ilmu ini untuk semua amanah dan peran yang sedang saya jalani,” ungkapnya.

Fleksibilitas sistem perkuliahan online juga menjadi pertimbangan penting. Dengan format pembelajaran yang bisa diakses dari mana saja, Chusna tetap dapat menjalankan perannya di rumah, di lembaga pendidikan, dan di tengah aktivitas sosial tanpa harus mengorbankan proses belajarnya.

Pengalaman Kuliah Online yang Fleksibel dan Bermakna

Saat ini, Chusna telah memasuki semester tiga di program Psikologi IOU. Ia merasakan betul fleksibilitas waktu sebagai salah satu keunggulan utama sistem pembelajaran online. Kelas Zoom yang diadakan dua pekan sekali, dilengkapi dengan rekaman, memungkinkan mahasiswa untuk tetap mengikuti perkuliahan meskipun berhalangan hadir secara langsung.

Dari sisi kurikulum, Chusna menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan dunia pendidikan dan anak. Ia bahkan dapat langsung mengaplikasikan ilmunya dalam pelatihan guru-guru di lembaga yang ia kelola. Interaksi dengan dosen pun dinilainya sangat baik. Para pengajar di IOU dinilai totalitas dalam menyampaikan materi, bahkan sering menghadirkan diskusi kelompok melalui breakout room yang membuat proses belajar lebih hidup dan mendalam.

Ilmu Psikologi yang Berdampak Nyata

Sejumlah mata kuliah seperti Psikologi Kesehatan, Psikologi Abnormal, serta Psikoterapi dan Konseling menjadi materi yang paling dirasakan manfaatnya oleh Chusna. Melalui mata kuliah tersebut, ia semakin memahami berbagai gangguan psikologis, latar belakang perilaku anak, hingga pendekatan penanganan yang tepat.

Ilmu yang dipelajari tidak hanya berdampak pada pekerjaannya, tetapi juga pada kehidupan pribadinya. Dalam lingkungan keluarga, Chusna mengaku menjadi pribadi yang lebih sabar dan reflektif. Konsep tazkiyatun nafs yang dipelajari membantunya untuk lebih dahulu menyelesaikan persoalan diri sebelum mendampingi orang lain, sehingga perannya sebagai istri dan ibu pun menjadi lebih optimal.

Di dunia pendidikan, pemahaman psikologi membantunya mengenali kebutuhan khusus peserta didik, memberikan arahan kepada para guru, hingga membangun komunikasi yang lebih empatik dalam tim.

Manajemen Waktu dan Komitmen sebagai Kunci

Menjalani perkuliahan online di tengah padatnya aktivitas tentu bukan perkara mudah. Tantangan terbesar bagi Chusna adalah manajemen waktu. Ia membiasakan diri membuat target harian, menyusun timeline belajar, serta memetakan aktivitas bulanan agar semua peran dapat dijalani secara seimbang.

Baginya, kunci utama adalah komitmen dan kesadaran akan tujuan menuntut ilmu. Ketika rasa lelah datang, ia memberi ruang untuk beristirahat sejenak, lalu kembali melanjutkan dengan semangat baru. “Yang paling penting, luruskan niat dan minta Allah memudahkan,” ujarnya.

Pesan untuk Calon Mahasiswa IOU

Di akhir wawancara, Chusna menyampaikan pesan inspiratif bagi calon mahasiswa yang tengah mempertimbangkan untuk bergabung dengan IOU, khususnya di bidang psikologi. Menurutnya, keputusan untuk kuliah harus didasari alasan yang kuat, bukan sekadar ikut tren.

“Pastikan niat kuliahnya jelas, karena meski online, IOU sangat serius dalam menyampaikan ilmu. Tantangannya besar, tapi sebanding dengan manfaat yang kita dapatkan,” tuturnya.Ia juga menekankan pentingnya manajemen waktu, komitmen, dan kesiapan mental. Dengan niat yang lurus dan usaha yang sungguh-sungguh, belajar psikologi di IOU tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang lebih matang, empatik, dan siap menghadapi tantangan di era global.

Saatnya upgrade diri dengan ilmu yang berdampak untuk kehidupan, keluarga, dan profesi.Yuk, bergabung bersama mahasiswa Psikologi IOU dan mulai perjalanan belajarmu hari ini: 👉 https://bahasa.iou.edu.gm/register