International Open University
> Artikel
Kuliah Sambil Bekerja? Bisa!
Kisah Nur Afifah, Business Analyst & Ibu 3 Anak yang Tetap Produktif Belajar di IOU
Bagi banyak pekerja, keinginan untuk kembali kuliah sering terkendala waktu, tenaga, dan tanggung jawab keluarga. Namun, kisah Nur Afifah, seorang Business Analyst IT yang tinggal di Kota Bekasi, membuktikan bahwa kuliah sambil bekerja dan mengurus keluarga tetap bisa dilakukan selama kita punya niat yang kuat, dukungan lingkungan, dan sistem kuliah yang fleksibel, seperti yang ditawarkan International Open University (IOU).
Ibu dari tiga anak ini tidak hanya bekerja full-time dari rumah, tetapi juga aktif sebagai Ketua Divisi Dakwah di Majelis Ilmu ADDIIN, serta terlibat dalam kepengurusan sekolah anak. Di tengah rutinitas padat itu, ia tetap berhasil menjalani kuliah S1 Psikologi Islam di IOU sejak Fall 2023.
Bagaimana ia melakukannya? Inilah kisah lengkapnya.
Ketika Kebutuhan Ilmu Menjadi Titik Awal Perjalanan Kuliah
Motivasi utama Afifah untuk kembali kuliah datang dari kebutuhan ilmu psikologi yang selama ini hanya ia dapatkan dari seminar dan buku. Ia ingin belajar lebih dalam bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan dakwah.
Pertemuannya dengan IOU terjadi pada tahun 2021 saat ada event di Jakarta. Saat melihat booth IOU dan mengetahui ada jurusan Psikologi Islam yang bisa dipelajari sepenuhnya online, ia merasa menemukan jalan yang Allah mudahkan.
“Allah tunjukkan untuk mencintai ilmu psikologi. Dengan IOU, saya bisa kuliah online sambil tetap menjadi ibu rumah tangga, bekerja dari rumah, dan membersamai anak-anak.”
Awalnya ia mengikuti program Campus English Psychology pada Fall 2022, lalu berpindah ke Campus Bahasa karena IOU mulai membuka program berbahasa Indonesia. Meski harus mengulang semester 1, ia tetap melanjutkan dengan penuh keyakinan.
Manajemen Waktu: Tidak Sempurna, Tapi Berkah
Mengatur waktu sebagai ibu, pekerja, mahasiswa, dan pengurus dakwah tentu tidak mudah. Tetapi Afifah menemukan ritme yang sesuai untuknya.
Ia memulai dengan meminta petunjuk Allah, berdiskusi dengan suami, orang tua, dan menyampaikan kepada anak-anak bahwa “Bunda juga sekolah”.
“Tidak ada yang benar-benar sempurna. Ada hal yang harus dikorbankan. Yang penting kita berusaha menjalankan kewajiban utama lalu menyusun prioritas.”
Dukungan suami dan keluarga menjadi kunci. Mereka memahami bahwa Afifah butuh waktu khusus untuk belajar, terutama saat ujian atau mengikuti kelas Live Session (LS).

Tantangan yang Dihadapi dan Bagaimana Ia Mengatasinya
1. Manajemen Waktu yang Sangat Ketat
Dengan segudang aktivitas plus pekerjaan full-time, tantangan terbesar Afifah adalah “menyempatkan belajar”.
Solusinya:
- rutin evaluasi kegiata
- menunda hal yang tidak mendesak
- kembali ke prioritas utama
- menjaga ritme belajar mingguan
2. Energi & Emosi yang Mudah Terkuras
Dengan deadline kerja, target hafalan anak-anak, dan persiapan ujian, emosi sering naik turun.
Solusinya:
- menjaga dzikir pagi–petang
- memperbanyak istighfar
- rehat sejenak saat stres
- journaling untuk mengurai masalah
“Jangan tinggalkan dzikir pagi petang. Itu sangat membantu menguatkan mental.”
Kuliah yang Mendukung Karier dan Perkembangan Diri
Meski jurusannya Psikologi Islam, Afifah merasakan manfaat langsung di pekerjaan sebagai Business Analyst.
“Bukan skill teknis, tapi soft skill-nya sangat terasa. Cara memahami user, berkomunikasi, dan mengelola tim jadi lebih matang.”
Sikapnya terhadap belajar juga berubah total dibanding saat kuliah di usia muda.
Dulu, fokusnya adalah nilai.
Sekarang, fokusnya adalah ilmu yang berkah, pemahaman yang mendalam, dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.
Lingkungan yang Mendukung Perjalanan Belajarnya
Afifah merasa beruntung karena mendapatkan dukungan dari berbagai pihak:
- Keluarga, yang membantunya saat ia fokus ujian
- Rekan kerja, yang memahami ketika ia perlu shifting waktu untuk LS
- Teman kampus dan dosen, yang saling menyemangati lewat grup WA dan webinar
“Kembalikan niat bahwa menuntut ilmu adalah jalan menuju Jannah. Semoga Allah ridha.”
Pesan untuk Para Pekerja yang Ingin Kuliah
Afifah memberikan pesan mendalam bagi siapa pun yang ingin kuliah sambil bekerja:
“Niatkan karena Allah. Ketika lelah, kembali pada tujuan itu.”
Ia juga membagikan tips praktis:
- Buat jadwal belajar realistis sesuai ritme hidup
- Usahakan hadir LS dan fokus
- Lakukan murojaah di waktu senggang
- Kerjakan tugas & kuis rutin setiap pekan
- Komunikasikan kebutuhan belajar ke keluarga & atasan
- Istirahat saat stres
- Delegasikan pekerjaan rumah
- Terus berdoa dan bergantung pada Allah
“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”
Kuliah Sambil Kerja Bukan Mimpi IOU Membuatnya Mungkin
Kisah Afifah menunjukkan bahwa kuliah sambil bekerja sangat mungkin dilakukan, bahkan di tengah kesibukan dan tanggung jawab keluarga. Dengan sistem kuliah online penuh, fleksibel, dan terstruktur, IOU menjadi pilihan ideal bagi para pekerja yang ingin meningkatkan kapasitas diri, menambah ilmu agama, dan berkembang dalam karier.
Jika Afifah yang bekerja full-time, punya 3 anak, aktif di dakwah, dan tetap kuliah bisa melakukannya kamu pun bisa.
🎓 Ingin tahu bagaimana IOU bisa mendukung perjalananmu?
👉 Cek website IOU di : https://bahasa.iou.edu.gm/
