International Open University
> Artikel
Cerita Inspiratif Mahasiswa IOU: Dari Sibuk Bekerja Hingga Raih Gelar
Di tengah kesibukan membangun bisnis, membina rumah tangga dengan lima anak, dan aktif mendampingi para pelaku UMKM naik kelas, Andik Dwi Susanto masih menyisihkan ruang dalam hidupnya untuk satu hal yang tidak pernah lekang oleh waktu: menuntut ilmu. Saat ini, beliau sedang menempuh Program MAIS semester 3 (Fall 2025) di International Open University (IOU), setelah sebelumnya menyelesaikan program BAIS.
Perjalanan Awal: Mimpi Membangun Lembaga Pendidikan
Bagi Kak Andik, kuliah di IOU bukan sekadar menambah gelar. Ia menyebut langkah ini sebagai bagian dari “blueprint kesuksesan” yang sudah ia susun sejak lama. Salah satu cita-citanya adalah mendirikan sebuah lembaga pendidikan yang bermanfaat luas bagi masyarakat.
“Jangan sampai saya berusaha mendirikan lembaga pendidikan, tapi dari sisi saya sendiri pendidikannya kurang. Karena itu, meskipun sibuk, saya tetap harus terus belajar,” jelasnya.
Latar belakang hidup yang penuh perjuangan turut membentuk tekad itu. Setelah lulus sekolah, ia tidak langsung kuliah karena kondisi keluarga yang sederhana. Ia memilih bekerja, lalu akhirnya merintis usaha hingga berkembang menjadi beberapa unit bisnis. Kesuksesan bisnis inilah yang kini menopang cita-citanya menghadirkan lembaga pendidikan berkualitas, bahkan berharap kelak bisa menjadikannya gratis atau minimal sangat terjangkau.
Tantangan dan Manajemen Waktu
Mengatur ritme hidup antara menjadi pengusaha, kepala keluarga, aktivis UMKM, dan mahasiswa tentu bukan perkara mudah. Namun, Kak Andik punya strategi yang terstruktur.
“Saya membuat kalender harian, bulanan, bahkan per semester. Kalender itu saya tempel di dinding kantor agar selalu terlihat. Jadi, bukan hanya semangat di awal, tapi benar-benar terukur dalam praktiknya,” ujarnya.
Selain itu, beberapa bisnisnya kini sudah berjalan autopilot sehingga ia bisa lebih fokus mengalokasikan waktu untuk belajar. Baginya, kuncinya adalah disiplin dan skala prioritas.

Pengalaman Belajar di IOU
Bagi Kak Andik, belajar di IOU memberikan pengalaman berbeda dibandingkan hanya mengikuti kajian atau kelas singkat. “Ilmu yang saya dapatkan benar-benar runut, dari yang paling dasar hingga ke pembahasan yang lebih mendalam. Ini sangat memengaruhi pola pikir saya dalam memahami perbedaan pendapat, karena semua kembali pada dalil,” ungkapnya.
Ia juga merasakan betul manfaat dari interaksi dengan dosen dan komunitas mahasiswa internasional. “Wawasan saya jadi lebih luas. Ternyata ilmu itu tidak sesederhana hitam dan putih. Ada perjalanan dan kedalaman yang harus ditempuh,” tambahnya.
Lanjutan Studi ke MAIS
Setelah menyelesaikan BAIS, Kak Andik langsung melanjutkan ke MAIS. Ia memilih untuk tidak menyia-nyiakan waktu. Kini, ia semakin yakin bahwa setiap langkah pendidikannya adalah bagian dari perjalanan panjang menuju cita-cita.
Pesan untuk Mahasiswa dan Calon Mahasiswa
Di akhir obrolan, Kak Andik menitipkan pesan penuh makna bagi siapa saja yang tengah ragu untuk melanjutkan studi di tengah kesibukan:
- Minta pertolongan Allah SWT. Dialah yang memberi kemudahan.
- Buat blueprint kehidupan. Tulis target, langkah, dan tempelkan di tempat yang mudah terlihat agar menjadi pengingat setiap hari.
- Disiplin dan buat skala prioritas. Semua orang sibuk, tapi hanya yang mampu mengatur kesibukannya yang bisa mencapai tujuan.
“Belajar itu tidak ada batas usianya. Sesukses apapun kita di dunia, kita tetap harus belajar. Kalau kita tidak disibukkan dengan kebaikan, maka kita akan disibukkan dengan hal yang sia-sia,” tegasnya.
Kisah Kak Andik membuktikan bahwa kesibukan bukan penghalang untuk meraih ilmu. Justru di tengah rutinitas, ada nilai lebih yang bisa kita dapat: keteladanan bagi keluarga, kebermanfaatan bagi masyarakat, dan bekal untuk masa depan dunia-akhirat.
Baca Kisah Lainnya & Segera Daftar di IOU! Pendaftaran IOU registrasi daftar akun melalui:
* Kampus Bahasa: https://bahasa.iou.edu.gm* English Campus: https://iou.edu.gm
